semua orang pasti pernah
merasakan yang namanya cinta. siapa pun itu, di mana pun ia berada, dan
kapan pun waktunya, cinta bisa tiba-tiba datang menghampiri kita.
terkadang cinta bisa datang pada saat kita tidak menginginkannya sama
sekali, dan bisa juga cinta itu tidak datang pada kita ketika kita
sangat berharap akan kedatangannya untuk mewarnai hari-hari kita. kita
tidak akan pernah tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta karena tuhan
telah melukiskan dan menentukan warna apa saja yang akan menghiasi
kehidupan kita :)
aku mengalami hal yang buruk. aku mengalami krisis kepercayaan kepada laki-laki. aku mengalami krisis kepercayaan kepada CINTA. aku mengalaminya ketika seorang laki-laki datang ke kehidupan ku lalu menyakitiku. semenjak itu, aku jadi sensitif bila ada yang membicarakan tentang cinta, ataupun laki-laki. siapapun itu.
seiring dengan berjalannya waktu, aku sudah mulai melupakan dia, sosok yang secara tidak langsung telah membuat prestasiku anjlok dari peringkat 4 di kelas, turun drastis menjadi peringkat 20 di kelas 12 ini. sungguh keterlaluan. sungguh aku merasa lelah selama ini bersamanya. akhirnya aku berusaha untuk mengakhirinya.
sekarang aku telah melupakan dirinya. aku telah menghilangkan perasaanku padanya. dan aku merasa hidupku sudah tidak terlalu banyak dalam tekanan. aku mulai fokus belajar. mulai ada perubahan dalam hasil belajarku walaupun tidak drastis-seperti memulai segalanya dari nol lagi.
...
sebentar lagi UN. aku begitu tegang sehingga ada beberapa pelajaran yang tidak dapat aku pelajari karena tidak bisa konsentrasi. aku mulai merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran di kelas. entah mengapa aku menjadi malas belajar padahal aku sadar sebentar lagi UN. aku sadar sebentar lagi SNMPTN. aku sadar bahwa aku tidak berkesempatan mendapatkan tiket SNMPTN undangan. tapi entah mengapa semua jadi seperti ini. aku butuh motivasi baru.
...
aku dan dia saling berkirim SMS. memang, di SMS tersebut kami hanya sekedar basa-basi, mengobrol tentang sekolah, ujian, kuliah, masalah yang sedang kami hadapi, dan bercanda.aku senang dia begitu hangat kepadaku.
awalnya seperti itu. sesederhana itu.
...
aku menyimpan semua SMS-nya di handphone ku. tidak ada yang aku hapus satupun karena memang aku merasa tak ingin menghapusnya. aku merasa senang bila ada SMS darinya. aku selalu semangat membalas SMSnya. berusaha secepat mungkin membalasnya untuk menghindari beberapa kemungkinan yang terjadi-tidak dibalas, tidur, atau malas menunggu balasan dariku karena terlalu lama menunggu. aku selalu tersenyum bila melihat namanya pada display handphone ku.
...
mungkin semenjak itu aku menjadi semangat belajar. aku ingin selalu bisa bila dia menanyakan sesuatu tentang pelajaran. aku ingin selalu terlihat rapi di hadapannya. aku ingin selalu terlihat hebat di hadapannya. aku selalu ingin terlihat sempurna di matanya. tetapi aku melakukan itu semua karena aku yang menginginkan, aku menginginkan suatu perubahan yang berasal dari hatiku ini.
aku tidak menyadari apa yang telah terjadi padaku akhir-akhir ini. sampai akhirnya, teman sebangkuku mengatakan: kelakuanmu seperti orang yang sedang jatuh cinta, kawan.
oh ya? aku jatuh cinta? kepada siapa tapi?, aku menjawab seadanya. lalu dia berkata: kepada dia yang smsnya selalu kau simpan di handphone-mu. kepada dia yang terus menerus kau ceritakan kepadaku. kepada orang yang akhir-akhir ini selalu bisa membuatmu tersenyum karena ocehan konyolnya. kamu jatuh cinta, kawan...
aku tersenyum, lalu berkata pada diri sendiri: apakah benar aku telah jatuh cinta padanya? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan benciku pada cinta? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan takutku pada kedekatan dengan seorang laki-laki?? kalau benar aku telah berubah, aku benar-benar bersyukur. tapi ada satu hal yang sama sekali tak aku mengerti. mengapa harus padanya? mengapa aku harus jatuh cinta padanya? seharusnya tidak boleh seperti ini. seharusnya tidak boleh. aku tidak boleh mempunyai perasaan ini atas dia. tidak boleh seperti ini...
aku mengalami hal yang buruk. aku mengalami krisis kepercayaan kepada laki-laki. aku mengalami krisis kepercayaan kepada CINTA. aku mengalaminya ketika seorang laki-laki datang ke kehidupan ku lalu menyakitiku. semenjak itu, aku jadi sensitif bila ada yang membicarakan tentang cinta, ataupun laki-laki. siapapun itu.
seiring dengan berjalannya waktu, aku sudah mulai melupakan dia, sosok yang secara tidak langsung telah membuat prestasiku anjlok dari peringkat 4 di kelas, turun drastis menjadi peringkat 20 di kelas 12 ini. sungguh keterlaluan. sungguh aku merasa lelah selama ini bersamanya. akhirnya aku berusaha untuk mengakhirinya.
sekarang aku telah melupakan dirinya. aku telah menghilangkan perasaanku padanya. dan aku merasa hidupku sudah tidak terlalu banyak dalam tekanan. aku mulai fokus belajar. mulai ada perubahan dalam hasil belajarku walaupun tidak drastis-seperti memulai segalanya dari nol lagi.
...
sebentar lagi UN. aku begitu tegang sehingga ada beberapa pelajaran yang tidak dapat aku pelajari karena tidak bisa konsentrasi. aku mulai merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran di kelas. entah mengapa aku menjadi malas belajar padahal aku sadar sebentar lagi UN. aku sadar sebentar lagi SNMPTN. aku sadar bahwa aku tidak berkesempatan mendapatkan tiket SNMPTN undangan. tapi entah mengapa semua jadi seperti ini. aku butuh motivasi baru.
...
aku dan dia saling berkirim SMS. memang, di SMS tersebut kami hanya sekedar basa-basi, mengobrol tentang sekolah, ujian, kuliah, masalah yang sedang kami hadapi, dan bercanda.aku senang dia begitu hangat kepadaku.
awalnya seperti itu. sesederhana itu.
...
aku menyimpan semua SMS-nya di handphone ku. tidak ada yang aku hapus satupun karena memang aku merasa tak ingin menghapusnya. aku merasa senang bila ada SMS darinya. aku selalu semangat membalas SMSnya. berusaha secepat mungkin membalasnya untuk menghindari beberapa kemungkinan yang terjadi-tidak dibalas, tidur, atau malas menunggu balasan dariku karena terlalu lama menunggu. aku selalu tersenyum bila melihat namanya pada display handphone ku.
...
mungkin semenjak itu aku menjadi semangat belajar. aku ingin selalu bisa bila dia menanyakan sesuatu tentang pelajaran. aku ingin selalu terlihat rapi di hadapannya. aku ingin selalu terlihat hebat di hadapannya. aku selalu ingin terlihat sempurna di matanya. tetapi aku melakukan itu semua karena aku yang menginginkan, aku menginginkan suatu perubahan yang berasal dari hatiku ini.
aku tidak menyadari apa yang telah terjadi padaku akhir-akhir ini. sampai akhirnya, teman sebangkuku mengatakan: kelakuanmu seperti orang yang sedang jatuh cinta, kawan.
oh ya? aku jatuh cinta? kepada siapa tapi?, aku menjawab seadanya. lalu dia berkata: kepada dia yang smsnya selalu kau simpan di handphone-mu. kepada dia yang terus menerus kau ceritakan kepadaku. kepada orang yang akhir-akhir ini selalu bisa membuatmu tersenyum karena ocehan konyolnya. kamu jatuh cinta, kawan...
aku tersenyum, lalu berkata pada diri sendiri: apakah benar aku telah jatuh cinta padanya? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan benciku pada cinta? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan takutku pada kedekatan dengan seorang laki-laki?? kalau benar aku telah berubah, aku benar-benar bersyukur. tapi ada satu hal yang sama sekali tak aku mengerti. mengapa harus padanya? mengapa aku harus jatuh cinta padanya? seharusnya tidak boleh seperti ini. seharusnya tidak boleh. aku tidak boleh mempunyai perasaan ini atas dia. tidak boleh seperti ini...
0 comments: