Tremendo





ada suatu perasaan yang tidak biasa ketika aku memandangnya. bahkan ketika mengamati fotonya, atau mendengar namanya diucapkan seseorang, aku tidak sanggup menahan getaran kuat dalam hatiku...


dia terasa lebih di hatiku...
dia mempunyai tempat tersendiri di hatiku...
bagiku dia berbeda dengan orang lain...
sekali lagi, hatiku bergetar mengingat dirinya...
aku mencintainya...

namun aku merasa terlalu sulit untuk membuatnya melirikku...
terlalu sulit membuatnya peduli akan yang aku lakukan...
terlalu sulit membuatnya tertarik padaku...
karena semua orang mengaguminya, dan semua orang mencintainya...



ngga sabar untuk lanjutin lagi ceritanya!!! ini baru sinopsisnya, selanjutnya masuk ke isinya karena ringkasan dan inti cerita udah beres. good job, otra vez!! :)

Glee-Cherish Cherish

Quinn:
Cherish is the word I use to describe
All the feeling that I have hiding here for you inside


Sam and Joe:
You don't know how many times I've wished that I had told you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could hold you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could
Mold you into someone who could


Quinn and Sam:
Cherish the thought


Quinn:
Of always having you


Quinn and Sam:
Here by my side


Quinn:
Oh baby I...


Mercedes:
Perish is the word that more than applies
To the hope in my heart each time I realize


Sam and Joe:
You don't know how many times I've wished that I had told you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could hold you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could
Mold you into someone who could


Quinn and Sam:
Cherish the thought


Quinn:
Of always having you


Quinn and Sam:
Here by my side


Quinn:
Oh baby I...


All:
Who? You!


Mercedes:
Can't get away I won't let you


All:
Who? You!


Quinn:
I could never forget to
Cherish is the word I use to remind me of


Quinn and Sam:
Your love


Sam and Joe:
You don't know how many times I've wished that I had told you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could hold you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could
Mold you into someone who could cherish the thought


Quinn and Sam:
Cherish the thought


Quinn and Joe:
Of always having you


Mercedes and Sam:
Here by my side
Oh baby I...


Quinn and Joe:
Cherish the thought
You keep bringing it


Mercedes and Sam:
Into my life (I'm always singing it)


Joe:
Cherish your strength
You got the power


Mercedes and Sam:
To make me feel good (and baby I)


Joe:
Perish the thought
Of ever leaving,


Mercedes and Sam:
I never would


Joe:
You don't know how many times


Sam and Joe:
You don't know how many times I've wished that I had told you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could hold you (Quinn: Cherish the thought)
You don't know how many times I've wished that I could
Mold you into someone who could


Mercedes and Sam:
Cherish me as much as I cherish you


Quinn and Joe:
Cherish the thought


Mercedes and Sam:
Oooh

Lihat tumpukan buku disana


Lihat tumpukan buku disana? Lihat kan? begitu berdebu, usang, jelek, dan pasti tidak akan ada yang sudi untuk menyentuhnya barang sedetikpun.
ingatkah bahwa dahulu buku-buku tersebut telah membantu semua perjuanganmu dalam meraih pendidikanmu sampai ke jenjang setinggi ini? ingatkah kamu? pasti tidak, karena sekarang kamu tidak mau juga menyentuhnya lagi.
sungguh kecewa perasaan si tumpukan buku itu menghadapi kenyataan bahwa si pemilik yang dahulu selalu membawa tubuhnya pergi dari pagi sampai sore, dirinya yang sangat setia pada sang pemilik semenjak pemilik tubuhnya itu masih belajar membaca, sampai pada saat ini-dia mahir sekali aljabar, integral, logaritma, matriks, bioteknologi, induksi elektromagnetik, dan lain sebagainya-sudah tidak mau menyentuhnya lagi.
perasaanku berkecamuk. apakah yang sebenarnya terjadi? apakah jasa-jasaku selama ini sudah tidak dibutuhkan lagi? apakah aku tidak pernah memberikan dampak yang hebat lagi untuk dia? apakah aku pernah berbuat salah padanya sehingga sekarang aku seperti di anak tirikan oleh pemilikku dan digantikan dengan majalah elektronik portable itu? apakah aku selalu merepotkan dia dengan massaku yang tidak cukup ringan untuk dibawa kemana-mana? kenapa sekarang dia jadi seperti itu?
dia telah mencampakkanku, atas kedatangan benda tipis yang praktis itu sebagai hadiah dari ayahnya karena sekarang dia berhasil masuk perguruan tinggi favorit yang dicita-citakannya dari dahulu. tidak sadarkah dia, bahwa keberhasilannya mencapai akhir sekolah menengah atas itu ada yang membantunya selain tuhan dan semangat juangnya itu? tidak sadarkah dia? aku merasa tidak dihargai. aku sakit. hatiku rasanya telah ditarik ke dalam kehidupannya yang indah, lalu aku juga ikut berpartisipasi dalam hidupnya yang indah itu. ikut memberi perubahan dari waktu ke waktu, ikut merasakan senang dan sedihnya, menjadi teman curhatnya di kala dia sedang tidak merasa baik dalam belajar ataupun dalam melakukan sesuatu. aku rela memberi pengorbanan yang sangat besar itu kepadanya, hanya untuk pemilikku. aku mencoba untuk membuatnya nyaman, dan aku juga harus bisa setia menjadi barang miliknya, karena itulah yang sepatutnya dilakukan oleh sebuah barang. menjadi berarti untuk memberikan berbagai manfaat baik bagi yang benar-benar membutuhkanku. tetapi sekarang dia malah melemparku ke luar zona keindahan hidupnya selama ini…
aku sebenanya tidak menyalahkan kedatangan benda portable tersebut. tapi aku hanya merasa kecewa atas apa yang terjadi saat ini. waktu. ya, waktu yang menyebabkan ini semua. waktu telah menghancurkan arti sejati kedatangan diriku yang selalu ada untuknya setiap saat.
seiring dengan berjalannya waktu, pemilikku telah bertambah dewasa. dia menjadi semakin pintar sekarang. dia sangat tekun dalam mengejar apa yang dia inginkan sampai pada akhirnya dia berhasil meraih semuanya sekarang. waktu juga yang telah mendukung kemajuan pesat atas teknologi sekarang, yang menjadi dasar kelahiran si kotak portable yang tipis itu.
aku sempat terlibat perbincangan dengan si portable itu. aku menjadi sangat agresif pada saat itu. aku hanya benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
aku memulai pembicaraan, “siapa kau? kenapa benda seperti kamu bisa ada di tempat ini?”
lalu dia menjawab, “aku adalah tablet portable”
sambil terus melihat tubuhnya yang seperti habis minum obat pelangsing itu, lalu aku bertanya lagi, “tablet portable? benda apakah itu? aku tidak pernah mendengar sebelumya”
“hahaha, dari dimensi manakah kau? hidup di zaman sekarang tidak tahu aku? kau pasti benda purba yang telah diasingkan oleh pemilikmu”, si tablet tertawa puas.
aku terdiam sebentar. tunggu, dia tadi menyinggung isi hatiku. dia menyinggung perasaan kecewaku. sebenarnya aku sudah tau dia siapa. aku ini adalah buku. aku tahu semuanya. dan aku tahu semua kelemahan dan kelebihannya. oke, sudah cukup basa-basinya. “sebenarnya apa yang membuatmu terlihat lebih istimewa daripada aku sehingga pemilikku yang sangat aku sayangi selama 12 tahun ini tiba-tiba berpaling padamu?”, oke, aku cukup emosi sampai ke titik ini. dan aku masih cukup bisa bersabar, mungkin sisanya akan habis sebentar lagi.
dia terlihat sedang mengamati seluruh bagian tubuhku, lalu aku mebalikkan tubuhku ke arahnya. memberi penegasan padanya supaya ia hendaknya cepat-cepat untuk mengatakannya. “kau benar-benar ingin tahu? apakah kau tidak akan menyesal setelah ku beritahu nanti?”
“sudah cukup. jangan terlalu banyak bertele-tele”
“baiklah, aku akan beritahu semuanya. tahukah kau bahwa aku itu praktis dan ringan? kalau kau tidak percaya, lihat saja tubuhku”, ucapnya sambil menatap sinis padaku.
ya tuhan… sudahlah, cukup… dia membandingkan tubuhku dengan kemolekan tubuhnya itu. aku memang tidak seindah dirinya. tidak sesempurna dia, aku tidak semenarik dia. aku berat. dan badanku besar… lalu dia berkata lagi.
“hmm, kau sadar itu kan? lalu ada lagi. yang sangat perlu kau ketahui, inti dari semua kelebihanku ini”
“apa itu?”
“aku adalah pengganti buku. buku yang sudah kuno seperti dirimu. wujud barang yang tidak praktis sepertimu ini semestinya sudah dimusnahkan dari dulu. sangat merepotkan siapapun yang memerlukanmu”
aku masih terdiam.
ia berkata sambil mendorong tubuhku ke hadapan cermin di dinding, “kau rupanya sangat polos, ya. naif sekali dirimu. tahu sagalanya tapi berpura-pura seolah-olah kau lugu dan baru lahir ke dunia ini. lihat dirimu! kau itu sudah lapuk! tidak berguna lagi! dan aku yakin pasti sosok sepertimu akan berakhir di tempat daur ulang benda RONGSOKAN!”
aku mendadak lemas. sebegitu ironiskah nasibku?
“sedih sekali terlahir menjadi dirimu. beruntung sekali aku tidak hidup sezaman denganmu”. itulah kalimat terakhir yang ia katakan padaku sebelum ia pergi meninggalkanku untuk bertualang dengan pemilikku yang dahulu. untuk pertama kali ini aku tidak diajak menjelajah kehidupan barunya ini…

brukk!!
seperti biasa setelah berada lama di atas meja, aku selalu melompat ke lantai yang dingin. hal itu selalu aku lakukan setiap aku sudah selesai melakukan rutinitasku dengan pemilikku, ataupun bila aku sedang bad mood, aku selalu berhasil menghilangkannya dengan cara ini. seperti saat ini aku yang sedang menghilangkan kekesalanku pada tablet ramping itu.
aku benar-benar tidak menylahkan siapa-siapa. tidak si tablet, tidak ayah pemilikku, ataupun pemilikku. itu semua bukan salah mereka. aku tahu, ini semua hanya masalah waktu …

dua setengah tahun berlalu. aku tetap berdiam diri di bawah meja belajar, bersama dengan teman seperjuanganku selama 14,5 tahun ini. kami memang cukup tua, bahkan sebagian dari kami ada yang sudah tidak berada di rumah ini.
pemilikku masih berkutik dengan tabletnya. ingin rasanya aku menangis melihat melihat mereka yang akrab sekali menjalani masa kuliah ini, padahal mereka baru kenal selama tiga tahun setengah. tapi aku tidak melakukannya. aku tidak menangis. perkataan teman seperjuanganku yang sekarang telah meninggal dunia itu selalu membuatku kuat, bahwa semua ujian dalam hidup ini, termasuk cinta, itu hanyalah masalah waktu, ada masanya kita di bawah dan ada masanya kita berjaya, waktu itu berputar. kata-katanya selalu aku ingat sampai sekarang. itu yang membuatku selalu bisa kuat dengan berbagai hal yang terjadi di hidupku ini.
di semester ini aku tahu rencana pemilikku. dia akan cepat-cepat menyusun skripsi, aku tahu programnya yang hanya akan menyelesaikan kuliahnya dengan masa waktu 3,5 tahun. dia pasti membutuhkan berbagai literature yang bisa membantunya, menjadi teman setianya saat ini. saat ini aku melihat pemilikku tidak banyak bercanda dengan tablet. ia serius sekali mengerjakan semuanya. si tablet begitu sibuk saat ini. ia pasti kelelahan. aku tahu itu.

ah, aku tidak yakin tablet akan bisa menemaninya sampai lulus nanti dan akupun masih belum yakin kalau tablet akan terus setia padanya. aku mendengar keluhan tablet setiap hari. ia selalu mengeluh kelelahan yang sangat karena pekerjaan pemilikku-yang sekarang menjadi pemiliknya-itu mengerjakan tugas akhirnya dengan tanpa terlihat lelah sedikitpun. sampai pada suatu pagi ketika aku bangun tidur, pemilikku sedang menatap tablet yang entah sejak kapan menjadi hancur-seperti terbanting. aku sdah memprediksinya sejak lama. benda modern seperti itu tidak akan bertahan lama…
 tiga hari setelah hancurnya tablet, aku melihat pemilikku-yang tetap menjadi pemilikku-sedang asyik dengan laptop barunya. dia enggan dibelikan tablet lagi oleh ayahnya. eh tapi, tunggu, apakah yang kulihat ini sebuah kenyataan atau khayalan? dia-pemilikku-berjalan mendekatiku, lalu menyentuh tubuhku yang berdebu ini tanpa sedikitpun merasa jijik. pelan-pelan di membersihkan tubuhku dari debu tebal yang menempel selama bertahun-tahun, lalu setelah bersih dia membawaku duduk di kasur empuknya sambil mengerjakan tugas akhirnya.
semenjak itu aku tahu, sebenarnya dia masih membutuhkanku. aku yang apa adanya, yang setia menemaninya dimanapun dan kapanpun, aku yang selalu bersedia menampung semua curhatannya, dan aku yang selalu bisa memberikan manfaat baik bagi yang benar-benar membutuhkanku…     

Mencintai malaikat

 Sometimes I get tired of this me first attitude 
 You are the one thing that keeps me smiling
 That's why I'm always wishing hard for you

 'Cause your life shines so bright
 I don't feel no solitude
 You are my first star at night
 I'd be lost in space without you

 And I'll never lose my faith in you
 How will I ever get to heaven, if I do

 Feels just so fine
 When we touch the sky me and you
 This is my idea of heaven
 Why can't it always be so good

 But it's alright, I know you're out there
 Doing what you've gotta do
 You are my soul satellite
 I'd be lost in space without you

 And I'll never lose my faith in you
 How will I ever get to heaven, if I do

:: Lighthouse Family-Lost in Space


30 Maret 2012, pelajaran bahasa Inggris,
seperti biasa, kita nyanyi-nyanyi menjelang UN supaya ngga stress. waktu ditanya sama pak ono mau lagu apa, kita semua diem dan bingung, nggatau mau nyanyi apa. tapi pas ditanya, mau yang seneng-seneng atau yang galau, kita langsung jawab GALAU!!-semua jawab galau kecuali aku.

aku ngga suka lagu galau. aku ngga suka hal yang sendu. aku ngga suka hal yang bikin sedih. dan satu hal yang bikin aku anti banget sama lagu galau ya karena aku sendiri lagi galau...


...


oke, nyanyi dimulai. aku ngerasa sama sekali ngga bersemangat karena emang temanya galau. pas aku baca lagi lirik lagu di papan tulis,You are the one thing that keeps me smiling. That's why I'm always wishing hard for you. ko gitu banget ya isinya? aku jadi tertarik bacanya sekaligus jadi inget dia...

ini bagian yang paling ngga lucunya. pak ono bilang, "kisah lagu ini tuh tentang seseorang yang mencintai malaikat. maksudnya, seseorang yang mencintai sosok yang jelas-jelas tidak mungkin bisa dimiliki". badanku langsung menegang. ko kaya gitu sih? kenapa akhir-akhir ini apapun yang aku lakukan pasti selalu berhubungan sama dia? ada apa sih?
selagi aku berpikir, teman sebangkuku menyenggol lenganku sambil tersenyum. lalu dia berkata, "vi, ko sama banget ya?" . aku cuma bisa diem, dan mikir...


...


mencintai malaikat. ya, seperti itulah kisah cintaku ini bila diibaratkan. mencintai sosok yang salah. mencintai sosok yang tidak seharusnya. mencintai sosok yang tidak bisa memberikan timbal balik atas perasaan ini. dan mencintai sosok yang ditakdirkan tidak bisa kita cintai seperti selayaknya mencintai lawan jenis. sangat menyakitkan memang. sangat mengecewakan. terlebih apabila kita sudah merasa dia adalah orang yang tepat untuk mengisi hari-hari kita. 

aku merasakan ada yang aneh ketika pertama kali kami bertemu. aku merasakan tajam tatapannya yang langsung mengenai lempeng hatiku, membuatnya menjadi hidup kembali dan menimbulkan guncangan tektonik yang terasa sampai luar tubuhku. aku merasakan kehangatan dirinya walaupun sikapnya begitu dingin padaku. aku juga merasakan tatapan matanya yang setia menemaniku sepanjang hari itu ketika kita bertemu yang membuatku menjadi salah tingkah. ada apa ini? apakah ini...??

aku merasakan hal yang tak biasa saat bersamanya. aku merasakan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhku ketika mendengar apapun tentang dirinya, sekalipun hanya mendengar namanya terucap oleh orang lain. aku merasakan kemajuan dan keberanian yang luar biasa sesudah aku mengenalnya. aku selalu merasakan kebahagiaan di setiap desah napasku. dia begitu istimewa bagiku. tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain menyadari bahwa dia begitu berarti dalam hidupku. 


...


setiap hari, perasaanku padanya semakin mendalam. aku sungguh menyayanginya. aku tidak bisa melewatkan satu hari tanpa dirinya. secara tak sadar aku hampir dibutakan oleh perasaanku ini, dan tidak memperhatikan kenyataan yang sebelumnya telah melambaikan tangannya, meminta aku tidak melupakannya. aku terlambat. tidak pekanya diriku membuat semuanya tidak bisa diulangi kembali dan aku tidak bisa lari dari kenyataan yang telah aku jalani. aku terperangkap dalam hal yang rumit.
 

...


mencintai malaikat itu bagaikan mengharapkan turunnya hujan di kala musim kemarau panjang.
mencintai malaikat itu bagaikan mengharapkan mawar tanpa duri.
mencintai malaikat itu bagaikan mengharapkan datangnya matahari di malam hari.
mencintai malaikat itu bagaikan mengharapkan api yang terus menyala di tengah hujan deras.
mencintai malaikat itu bagaikan pergi ke luar angkasa tanpa memakai roket.
mencintai malaikat itu bagaikan mengharapkan sesuatu yang telah pergi untuk selamanya, kembali lagi.

Aku hanya takut...

Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Rasanya sangat menyesakkan. Sakit. Kecewa.
Seperti melihat sebuah istana, istana yang sudah lama diimpikan. Istana itu berada tepat di hadapanku. Pintunya terbuka lebar untukku. Aku ingin sekali masuk ke dalamnya dan memilikinya. Tapi tubuhku tak dapat bergerak. Tidak dapat mendekat selangkahpun ke arahnya. Padahal pelayan di istana itu sudah mengucapkan selamat datang dengan riang ke arahku. Tapi aku masih tidak dapat mendekat. Tak dapat melakukan apapun dan tak ada yang dapat  membantuku. Aku hanya dapat berdiri di sana, memendangnya penuh harap. Hanya itu.
:: Rain Over Me

...


seperti  biasa aku siap-siap berangkat sekolah. karena hari ini hanya pra UN, aku tenang-tenang saja, tidak memperhatikan jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 06.30. oh man, aku menggelengkan kepala lalu pamitan pada kedua orangtua dan adikku sambil meminta doa supaya aku dimudahkan dalam pra UN hari ini.
baru saja keluar selangkah dari pekarangan rumahku, tiba-tiba handphone ku bergetar, ada sms masuk. dengan buru-buru aku mengambil handphone lalu melihat nama siapa yang ada di display. ternyata dia. dia yang beberapa hari terakhir ini berpartisipasi dalam proses pencairan hatiku. dia yang beberapa hari terakhir ini membuat aku tersenyum. dia yang beberapa hari terakhir ini menemaniku, dan dia yang beberapa hari terakhir ini peduli padaku.
aku tidak menyangka dia mengirim sms lebih dulu padaku dan sepagi ini. sambil terus berjalan, aku berpikir, ada apa dia mengirim sms sepagi ini? lalu aku membuka smsnya, isinya dia memberi semangat padaku untuk pra UN hari ini. akupun tersenyum, tidak biasanya dia seperti ini. :)

pra UN hari ini berjalan lumayan lancar, aku bersyukur karena bisa mengerjakan dengan yakin.
kemudian aku sengaja membuka sms yang tadi pagi dia kirim, untuk sekedar memberi semangat padaku. terimakasih, gumamku dalam hati.


...


malamnya, aku merasa tidak enak hati. merasa ada sesuatu yang tidak benar yang telah aku lakukan. merasa ada hal buruk yang bakal terjadi ke depannya apabila aku melanjutkan apa yang aku lakukan itu. aku merenung, dan gotcha, ternyata dia.
aku tidak seharusnya memiliki perasaan ini padanya. memang kita baru saling mengenal, bahkan sampai hari inipun belum genap satu bulan aku mengenalnya. ini terlalu cepat, pikirku. ini terlalu cepat dan terlalu tidak wajar. mengapa aku bisa memiliki perasaan ini padanya, padahal aku sendiri tahu kalau aku dan dia tidak mungkin saling memiliki. aku tidak bisa mencintai dia seperti orang lain yang mencintai seseorang. aku tidak bisa mencintai laki-laki seperti teman sebangkuku, seperti sahabat-sahabatku, dan seperti teman-temanku yang lain. mengapa selalu kisah cinta aneh yang aku alami? mengapa selalu kisah cinta yang menyakitkan saja yang aku alami? mengapa aku selalu jatuh cinta pada lelaki yang jelas-jelas tidak bisa dan tidak boleh aku miliki? jelaslah malam itu aku menangis sampai kurang tidur.


...


keesokan harinya di sekolah, teman sebangkuku bercerita sesuatu padaku. bercerita tentang mimpinya, dan tentang perasaannya yang bergejolak pada seorang laki-laki yang sudah satu bulan ini ia kagumi. tapi aku hanya bisa menanggapinya dengan  senyum dan anggukan kepala. aku merasa tidak berselera lagi membicarakan hal yang menyangkut tentang perasaan dan cinta.

yang sangat membuat perasaanku campur aduk itu ketika teman sebangkuku mengungkit tentang dia.

aku tidak bisa menjawab apa-apa. aku hanya menggelengkan kepala, beberapa kali mengatakan tidak, dan terdiam. tubuhku terasa lemas ketika mendengar namanya disebut. getaran itu masih ada, tapi aku malah merasa mual karena semuanya campur aduk.


...


rencananya aku dan teman sebangkuku akan ke kantin dan membeli sesuatu. aku beranjak dari kegelisahan lalu pergi ke kantin dan dengan tidak sadar aku membawa handphone. sesampainya di kantin, aku merasa tidak enak hati, akhirnya hanya teman sebangkuku yang membeli makanan.sebelum kembali ke kelas, aku meminta dia menemaniku ke toilet.

sesudah dari toilet, aku mengambil handphoneku yang dititipkan di teman sebangkuku. lalu memencet tombol handphone. ternyata ada sms dari dia. ketika aku baca smsnya, ternyata dia menanyakan kabarku, menanyakan apa yang sedang aku lakukan, dan berkata bahwa dia merindukanku.

dia merindukanku. apa dia sungguh-sungguh? seperti apa yang dia rasakan ketika dia merindukanku? apakah seperti diriku yang selalu berharap dia mengirinkam sms padaku? apakah seperti diriku yang terkadang memikirkan dirinya di waktu diamku? aku rasa tidak se-berlebihan itu...

dia merindukanku. sebuah kepastian atau sebuah pertanda? sebuah kepastian akan perasaannya padaku atau sebuah pertanda bahwa aku harus sudah mulai menjaga jarak dengannya?
sebuah kalimat sederhana yang mungkin menurutnya dan menurutku itu maknanya berbeda.

dia menyambutku, seperti itulah pikiranku. dia berpikiran baik padaku. aku senang akan hal tersebut sekaligus takut. aku takut dia akan masuk terlalu jauh ke dalam hidupku. aku takut merasa rapuh karena perasaan rumit ini. aku takut aku terlalu terbawa pada perasaan ini yang pada akhirnya akan mengantarkan diriku pada kesakitan luar biasa yang mungkin akan terulang dan kualami lagi. aku hanya takut kecewa. aku takut hanya berpegangan dan bergantung pada harapan kosong. aku hanya takut kecewa untuk ratusan kalinya. aku hanya takut hatiku membeku lagi dan tidak bisa terbuka kembali untuk laki-laki lain.aku hanya takut tidak percaya pada cinta dan keajaiban-keajaibannya yang muncul bila hanya aku menjalaninya. aku hanya takut merasakan kegelapan itu lagi... 

Seharusnya tidak boleh seperti ini...

semua orang pasti pernah merasakan yang namanya cinta. siapa pun itu, di mana pun ia berada, dan kapan pun waktunya, cinta bisa tiba-tiba datang menghampiri kita. terkadang cinta bisa datang pada saat kita tidak menginginkannya sama sekali, dan bisa juga cinta itu tidak datang pada kita ketika kita sangat berharap akan kedatangannya untuk mewarnai hari-hari kita. kita tidak akan pernah tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta karena tuhan telah melukiskan dan menentukan warna apa saja yang akan menghiasi kehidupan kita :)

aku mengalami hal yang buruk. aku mengalami krisis kepercayaan kepada laki-laki. aku mengalami krisis kepercayaan kepada CINTA. aku mengalaminya ketika seorang laki-laki datang ke kehidupan ku lalu menyakitiku. semenjak itu, aku jadi sensitif bila ada yang membicarakan tentang cinta, ataupun laki-laki. siapapun itu.

seiring dengan berjalannya waktu, aku sudah mulai melupakan dia, sosok yang secara tidak langsung telah membuat prestasiku anjlok dari peringkat 4 di kelas, turun drastis menjadi peringkat 20 di kelas 12 ini. sungguh keterlaluan. sungguh aku merasa lelah selama ini bersamanya. akhirnya aku berusaha untuk mengakhirinya.

sekarang aku telah melupakan dirinya. aku telah menghilangkan perasaanku padanya. dan aku merasa hidupku sudah tidak terlalu banyak dalam tekanan. aku mulai fokus belajar. mulai ada perubahan dalam hasil belajarku walaupun tidak drastis-seperti memulai segalanya dari nol lagi.

...

sebentar lagi UN. aku begitu tegang sehingga ada beberapa pelajaran yang tidak dapat aku pelajari karena tidak bisa konsentrasi. aku mulai merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran di kelas. entah mengapa aku menjadi malas belajar padahal aku sadar sebentar lagi UN. aku sadar sebentar lagi SNMPTN. aku sadar bahwa aku tidak berkesempatan mendapatkan tiket SNMPTN undangan. tapi entah mengapa semua jadi seperti ini. aku butuh motivasi baru.

...

aku dan dia saling berkirim SMS. memang, di SMS tersebut kami hanya sekedar basa-basi, mengobrol tentang sekolah, ujian, kuliah, masalah yang sedang kami hadapi, dan bercanda.aku senang dia begitu hangat kepadaku.

awalnya seperti itu. sesederhana itu.

...

aku menyimpan semua SMS-nya di handphone ku. tidak ada yang aku hapus satupun karena memang aku merasa tak ingin menghapusnya. aku merasa senang bila ada SMS darinya. aku selalu semangat membalas SMSnya. berusaha secepat mungkin membalasnya untuk menghindari beberapa kemungkinan yang terjadi-tidak dibalas, tidur, atau malas menunggu balasan dariku karena terlalu lama menunggu. aku selalu tersenyum bila melihat namanya pada display handphone ku.

...

mungkin semenjak itu aku menjadi semangat belajar. aku ingin selalu bisa bila dia menanyakan sesuatu tentang pelajaran. aku ingin selalu terlihat rapi di hadapannya. aku ingin selalu terlihat hebat di hadapannya. aku selalu ingin terlihat sempurna di matanya. tetapi aku melakukan itu semua karena aku yang menginginkan, aku menginginkan suatu perubahan yang berasal dari hatiku ini.

aku tidak menyadari apa yang telah terjadi padaku akhir-akhir ini. sampai akhirnya, teman sebangkuku mengatakan: kelakuanmu seperti orang yang sedang jatuh cinta, kawan.
oh ya? aku jatuh cinta? kepada siapa tapi?, aku menjawab seadanya. lalu dia berkata: kepada dia yang smsnya selalu kau simpan di handphone-mu. kepada dia yang terus menerus kau ceritakan kepadaku. kepada orang yang akhir-akhir ini selalu bisa membuatmu tersenyum karena ocehan konyolnya. kamu jatuh cinta, kawan...

aku tersenyum, lalu berkata pada diri sendiri: apakah benar aku telah jatuh cinta padanya? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan benciku pada cinta? apakah aku telah bisa menghilangkan perasaan takutku pada kedekatan dengan seorang laki-laki?? kalau benar aku telah berubah, aku benar-benar bersyukur. tapi ada satu hal yang sama sekali tak aku mengerti. mengapa harus padanya? mengapa aku harus jatuh cinta padanya? seharusnya tidak boleh seperti ini. seharusnya tidak boleh. aku tidak boleh mempunyai perasaan ini atas dia. tidak boleh seperti ini...
Thanks for coming!! :)
Avianna Ricitra Pradharatna. Powered by Blogger.