Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Rasanya sangat menyesakkan. Sakit. Kecewa.
Seperti
melihat sebuah istana, istana yang sudah lama diimpikan. Istana itu
berada tepat di hadapanku. Pintunya terbuka lebar untukku. Aku ingin
sekali masuk ke dalamnya dan memilikinya. Tapi tubuhku tak dapat
bergerak. Tidak dapat mendekat selangkahpun ke arahnya. Padahal pelayan
di istana itu sudah mengucapkan selamat datang dengan riang ke arahku.
Tapi aku masih tidak dapat mendekat. Tak dapat melakukan apapun dan tak
ada yang dapat membantuku. Aku hanya dapat berdiri di sana,
memendangnya penuh harap. Hanya itu.
:: Rain Over Me
...
seperti
biasa aku siap-siap berangkat sekolah. karena hari ini hanya pra UN,
aku tenang-tenang saja, tidak memperhatikan jam yang ternyata sudah
menunjukkan pukul 06.30. oh man, aku menggelengkan kepala lalu pamitan
pada kedua orangtua dan adikku sambil meminta doa supaya aku dimudahkan
dalam pra UN hari ini.
baru saja keluar selangkah dari pekarangan
rumahku, tiba-tiba handphone ku bergetar, ada sms masuk. dengan
buru-buru aku mengambil handphone lalu melihat nama siapa yang ada di
display. ternyata dia. dia yang beberapa hari terakhir ini
berpartisipasi dalam proses pencairan hatiku. dia yang beberapa hari
terakhir ini membuat aku tersenyum. dia yang beberapa hari terakhir ini
menemaniku, dan dia yang beberapa hari terakhir ini peduli padaku.
aku
tidak menyangka dia mengirim sms lebih dulu padaku dan sepagi ini.
sambil terus berjalan, aku berpikir, ada apa dia mengirim sms sepagi
ini? lalu aku membuka smsnya, isinya dia memberi semangat padaku untuk
pra UN hari ini. akupun tersenyum, tidak biasanya dia seperti ini. :)
pra UN hari ini berjalan lumayan lancar, aku bersyukur karena bisa mengerjakan dengan yakin.
kemudian
aku sengaja membuka sms yang tadi pagi dia kirim, untuk sekedar memberi
semangat padaku. terimakasih, gumamku dalam hati.
...
malamnya,
aku merasa tidak enak hati. merasa ada sesuatu yang tidak benar yang
telah aku lakukan. merasa ada hal buruk yang bakal terjadi ke depannya
apabila aku melanjutkan apa yang aku lakukan itu. aku merenung, dan
gotcha, ternyata dia.
aku tidak seharusnya memiliki perasaan ini
padanya. memang kita baru saling mengenal, bahkan sampai hari inipun
belum genap satu bulan aku mengenalnya. ini terlalu cepat, pikirku. ini
terlalu cepat dan terlalu tidak wajar. mengapa aku bisa memiliki
perasaan ini padanya, padahal aku sendiri tahu kalau aku dan dia tidak
mungkin saling memiliki. aku tidak bisa mencintai dia seperti orang lain
yang mencintai seseorang. aku tidak bisa mencintai laki-laki seperti
teman sebangkuku, seperti sahabat-sahabatku, dan seperti teman-temanku
yang lain. mengapa selalu kisah cinta aneh yang aku alami? mengapa
selalu kisah cinta yang menyakitkan saja yang aku alami? mengapa aku
selalu jatuh cinta pada lelaki yang jelas-jelas tidak bisa dan tidak
boleh aku miliki? jelaslah malam itu aku menangis sampai kurang tidur.
...
keesokan
harinya di sekolah, teman sebangkuku bercerita sesuatu padaku.
bercerita tentang mimpinya, dan tentang perasaannya yang bergejolak pada
seorang laki-laki yang sudah satu bulan ini ia kagumi. tapi aku hanya
bisa menanggapinya dengan senyum dan anggukan kepala. aku merasa tidak
berselera lagi membicarakan hal yang menyangkut tentang perasaan dan
cinta.
yang sangat membuat perasaanku campur aduk itu ketika teman sebangkuku mengungkit tentang dia.
aku
tidak bisa menjawab apa-apa. aku hanya menggelengkan kepala, beberapa
kali mengatakan tidak, dan terdiam. tubuhku terasa lemas ketika
mendengar namanya disebut. getaran itu masih ada, tapi aku malah merasa
mual karena semuanya campur aduk.
...
rencananya
aku dan teman sebangkuku akan ke kantin dan membeli sesuatu. aku
beranjak dari kegelisahan lalu pergi ke kantin dan dengan tidak sadar
aku membawa handphone. sesampainya di kantin, aku merasa tidak enak
hati, akhirnya hanya teman sebangkuku yang membeli makanan.sebelum
kembali ke kelas, aku meminta dia menemaniku ke toilet.
sesudah
dari toilet, aku mengambil handphoneku yang dititipkan di teman
sebangkuku. lalu memencet tombol handphone. ternyata ada sms dari dia.
ketika aku baca smsnya, ternyata dia menanyakan kabarku, menanyakan apa
yang sedang aku lakukan, dan berkata bahwa dia merindukanku.
dia
merindukanku. apa dia sungguh-sungguh? seperti apa yang dia rasakan
ketika dia merindukanku? apakah seperti diriku yang selalu berharap dia
mengirinkam sms padaku? apakah seperti diriku yang terkadang memikirkan
dirinya di waktu diamku? aku rasa tidak se-berlebihan itu...
dia
merindukanku. sebuah kepastian atau sebuah pertanda? sebuah kepastian
akan perasaannya padaku atau sebuah pertanda bahwa aku harus sudah mulai
menjaga jarak dengannya?
sebuah kalimat sederhana yang mungkin menurutnya dan menurutku itu maknanya berbeda.
dia
menyambutku, seperti itulah pikiranku. dia berpikiran baik padaku. aku
senang akan hal tersebut sekaligus takut. aku takut dia akan masuk
terlalu jauh ke dalam hidupku. aku takut merasa rapuh karena perasaan
rumit ini. aku takut aku terlalu terbawa pada perasaan ini yang pada
akhirnya akan mengantarkan diriku pada kesakitan luar biasa yang mungkin
akan terulang dan kualami lagi. aku hanya takut kecewa. aku takut hanya
berpegangan dan bergantung pada harapan kosong. aku hanya takut kecewa
untuk ratusan kalinya. aku hanya takut hatiku membeku lagi dan tidak
bisa terbuka kembali untuk laki-laki lain.aku hanya takut tidak percaya
pada cinta dan keajaiban-keajaibannya yang muncul bila hanya aku
menjalaninya. aku hanya takut merasakan kegelapan itu lagi...